Minggu, 22 November 2015

Bapak Tua

Sering kali kita melihat masalah hanya dari kaca mata pribadi.
Ada seorang bapak tua bersama 4 orang anaknya yang masih kecil-kecil,
mereka naik kereta ekonomi dari jatinegara menuju semarang.
Di dalam kereta anak-anak itu sangat ribut sehingga mengganggu penumpang yang lain,
berlarian kesana kemari teriak-teriak tawa mewarnai keceriaan mereka.
Penumpang yang lain banyak yang merasa terganggu dengan tawa anak-anak itu
sang bapak tua itu sepertinya tidak mau tahu.
Seorang ibu memberanikan diri untuk menegur bapak tua.

Ibu = "Pak maaf apakah anak-anak itu anak Bapak?"

Bapak Tua = (tanpa menjawab bapak tua itu pelan-pelan mengangkat kepala dan melihat kearah
ibu yang menegurnya) "ada apa bu ?"

Ibu = "Itu Pak anak Bapak, mereka berisik dan mengganggu penumpang yang lain,
tolong disuruh diam Pak, sebagai orang tua seharusnya bapak bisa menjaga anak-anaknya dong,
kami merasa terganggu"

Bapak Tua = "Oh maaf bu, saya tidak bisa" (jawab Bapak Tua)

Ibu = "Kenapa tidak bisa? kan itu anak bapak!"

Bapak Tua = "Saya tidak tega"

Ibu = "Kenapa tidak tega?"

Bapak Tua = "Tiga hari yang lalu mereka baru saja kehilangan kedua orang tuanya
akibat kecelakaan pesawat, sejak kecelakaan itu mereka tidak pernah berhenti menangis
dan baru hari ini saya bisa melihat mereka tertawa, saya tidak tega memberhentikan tawanya
jika ibu tega saya persilahkan" (jawab bapak tua mengakhiri percakapan)

Sang ibu kemudian kembali ketempat duduknya dan tidak bisa berkata apa-apa lagi
sambil meneteskan air matanya. Kini marahnya berubah menjadi sayang,
bencinya jadi simpati, ia sangat senang melihat anak yatim piatu itu bisa tertawa lepas.
Yakinlah pada saat kita mau membuka mata hati dan pendengaran
pastilah hidup ini lebih mudah untuk dipahami.
Kebencian jadi kasih sayang, dendam jadi persahabatan.
Tidak ada yang salah dalam kehidupan ini,
yang salah adalah pada saat kita tidak berusaha mengerti tentang kehidupan.
sungguh Allah menginginkan kebaikan bagimu kehidupan di dunia dan di akhirat
karena Allah maha pengasih lagi maha penyayang.

(Oleh : Ustadz Bagus Hernowo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar