Cinta...................
Sudah lama saya tak menulis tentang sesuatu. Padahal ada banyak hal yang ingin saya ceritakan melalui tulisan ini tentang apapun. Dari masalah sehari-hari yang saya jalani, senang, sedih, takut, bahagia, sakit hati, emosi, dongkol apapun itu. Suatu hambatan hidup yang harus kita terima dan kita atasi sendiri. Banyak para motivator yang hadir di berbagai media, dia memberikan mantra-mantra hidup yang membuat kita seolah percaya dan yakin akan ucapanya. Memang benar dengan apa yang ia ucapkan namun tetap saja tiap-tiap pribadi memiliki problem yang berbeda. Boleh jadi pada saat kita mendengarkan para motivator berkicau kita ikut larut dan semangat membara dengan mantra-mantra yang ia ucapkan. Tetapi setelah pulang dari itu kita kembali kerumah masing-masing dan menjalani hidup masing-masing sendiri-sendiri. Ketika ada cobaan yang datang pada kita apakah kita bisa menerapkan apa yang disampaikan para motivator itu. Jawabanya tentu berbeda-beda, ada yang bisa menerapkanya ada pula yang masih kebingungan menghadapi persoalanya itu. Disini saya tidak bermaksud menyudutkan para motivator tersebut, tetapi mencoba menganalisa tentang sebuah realita yang terjadi. Sebenarnya titik permasalahan yang dihadapi setiap insan tidak jauh dari dua hal "HARTA" dan "CINTA", "itu pendapat saya". Mungkin lebih dari itu masih banyak lagi. Berbicara mengenai harta atau duit atau uang atau apapun sebutanya, ini adalah masalah terpelik dalam hidup. Kebanyakan orang berpendapat bahwa dengan "KEKAYAAN" kita bisa membeli segalanya, kita bisa hidup sesuka hati dan bahagia. Tapi cobalah anda memandang secara objektif apakah benar dengan kaya kita bisa bahagia?belum tentu! Tentunya kita sering melihat di kehidupan nyata banyak orang kaya yang tidak bisa menikmati hartanya, tetapi justru harta yang memiliki mereka. Kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu untuk mengumpulkan harta, pagi siang sore malam mereka bekerja untuk harta, wajar kalau mereka kaya karena waktu yang ia habiskan hanya untuk bekerja dan bekerja. Tetapi tidak semua orang kaya mempunyai kehidupan seperti itu. Ada banyak juga milyarder-milyarder yang bisa "memiliki hartanya", bukan "harta yang memiliki mereka". Kita bisa ambil contoh Bill Gates pemilik microsoft dan Mark Zuckerberg pendiri Facebook yang benar-benar memiliki kekayaan sepenuhnya, mereka bisa menikmati hidup sesuka hati, "KAYA" seperti itulah yang sebenarnya yang harus jadi tujuan. Jadikanlah kekayaan itu untuk berbagi kepada sesama, agar setiap orang bisa menikmati hasil kekayaan kita.
CINTA!ada banyak definisi tentang arti cinta yang sesungguhnya, terserah anda mau menafsirkanya seperti apa disini saya hanya ingin menceritakan cinta berdasarkan definisi saya sendiri. Hanya ada satu cinta yang hakiki yaitu cinta kepada sang Pencipta ALLAH SWT. Selain dari itu cinta-cinta yang lain hanyalah bersifat sementara. Ada pepatah yang mengatakan "Cintailah sesuatu itu sekedarnya bisa jadi nanti kamu akan membencinya" dan bencilah sesuatu itu sekedarnya bisa jadi nanti kamu akan mencintainya" Kalimat tersebut sangat jelas bahwa kita hanya dianjurkan untuk mencintai sesuatu sekedarnya dan tidak berlebihan. Cinta itu sebuah kata yang indah, tentunya tiap-tiap kita pasti pernah merasakan cinta, entah itu cinta kepada keluarga, cinta kepada lawan jenis, cinta kepada harta, cinta kepada idola atau cinta kepada apaun yang ada di dunia ini. Jikalau kita bisa menikmati cinta pasti hidup ini akan jauh lebih dari indah. Namun sayang ada banyak juga mereka yang belum bisa mengelola cinta itu dengan baik, kita pasti tahu dan pernah mendengar kekerasan atau kerusuhan yang terjadi karena cinta. Contohnya cinta terhadap suatu klub sepakbola yang bisa menimbulkan kerusuhan antar suporter, cinta terhadap lawan jenis yang bisa menyebabkan si pelaku bertindak brutal ketika pasanganya selingkuh atau masih banyak lagi hal yang membuat cinta itu tak seindah yang dibayangkan. Cinta terhadap pekerjaan juga menjadi persoalan yang cukup rumit. Berdasarkan pengalaman yang saya alami dan sedikit wawancara dengan beberapa orang, mereka bekerja tidak sepenuhnya karna cinta tetapi karena seuatu hal. Sampai saat ini saya dan mereka mungkin belum bisa menikmati dan mencintai pekerjaan, lalu untuk apa kalau anda tidak mencintai pekerjaan anda, tetapi anda masih tetap bertahan, pasti jawabanya serempak hampir sama, ya karena kebutuhan dan karena mencari pekerjaan tak semudah kedipan mata. Beruntunglah bagi mereka yang sudah bisa mencintai pekerjaanya atau bahkan pekerjaan mereka sesuai hobi, karena tak ada yang lebih indah selain melakukan sesuatu itu dengan rasa cinta yang tulus.